input license here

Cara kerja sistem pendingin air

Cara kerja sistem pendingin air - Selamat berjumpa kembali Pembaca SAFT-101 OTOMOTIF, Senang dapat bertemu anda kembali untuk membahas materi atau artikel Cara kerja sistem pendingin air, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. Semoga pembahasan postingan atau artikel kategori Artikel Mesin (Engine), yang kami tulis ini dapat anda pahami. Tanpa memperpanjang basa-basi lagi, kami sampaikan selamat membaca.

Seberapa dalam artikel Cara kerja sistem pendingin air ini dapat kami bahas dan jabarkan kepada anda, kiranya tidak mengurangi makna. Kami hanya berpesan kepada pembaca SAFT-101 OTOMOTIF, jadikan artikel kami ini sebagai materi tambahan. Jika masih kurang lengkap, pembaca dapat menambah wawasan dengan mencari artikel serupa diblog lainnya atau menanyakan langsung kepada pakar yang mahir dengan masalah Cara kerja sistem pendingin air. Akhir kata, kami menyampaikan, selamat membaca! Siapkan buku catatan dan pena untuk meringkas poin-poin penting.

Cara kerja sistem pendingin air

Sistem pendingin (cooling system) pada kendaraan berfungsi untuk menjaga agar suhu (temperatur) mesin tetap berada pada temperatur kerjanya.

Mesin pembakaran (combustion engine) akan merubah tenaga panas hasil proses pembakaran menjadi tenaga mekanik.

Namun tidak semua panas yang dihasilkan dari proses pembakaran akan rubah keseluruhan menjadi energi gerak, sebagian akan di buang melalui gas buang dan sebagian akan diserap oleh sistem pendingin mesin.

Sistem pendingin pada kendaraan terbagi menjadi dua tipe yaitu sistem pendingin udara dan sistem pendingin air.

Sistem pendinginan udara yaitu sistem pendingin yang memanfaatkan udara untuk mendinginkan mesin.

Sedangkan sistem pendingin air yaitu sistem pendingin yang memanfaatkan air yang dialirkan di dalam mesin melalui water jacket, kemudian panas dari air pendingin dibuang ke udara luar.

Komponen-komponen sistem pendinginan air terdiri dari pompa air (water pump), kipas pendingin (cooling fan), radiator, selang tekanan tinggi, thermostat dan kantong air (water jacket).

Cara kerja sistem pendingin air

Ketika mesin hidup, maka water pump akan bekerja karena water pump digerakkan oleh putaran mesin melalui sambungan v-belt (streng) dan pully.

Water pump berfungsi untuk memompa air pendingin agar bersirkulasi ke seluruh sistem pendingin, sehingga ketika mesin hidup, air pendingin juga akan bersirkulasi.

Ketika suhu air masih rendah di bawah 85⁰ C, thermostat masih dalam keadaan menutup sehingga air pendingin hanya bersirkulasi di dalam mesin melalui water jacket dan belum dialirkan ke radiator.

Hal tersebut bertujuan untuk mempercepat mesin mencapai temperatur kerjanya.

Ketika suhu air pendingin mulai meningkat menjadi 85⁰ C maka thermostat akan mulai membuka, sehingga air pendingin dari mesin akan di alirkan ke radiator.


Di dalam radiator, suhu air pendingin akan diturunkan dengan bantuan udara yang dialirkan oleh kipas pendingin (cooling fan).

Udara yang mengalir melewati kisi-kisi (fin) radiator akan menyerap suhu panas dari air pendingin sehingga suhu air pendingin akan turun.

Ketika suhu meningkat mencapai 90⁰ C maka thermostat akan membuka penuh sehingga kuantitas (jumlah) air pendingin yang mengalir ke radiator bertambah banyak.

Sehingga suhu mesin dapat terjaga pada temperatur kerjanya.
Related Posts
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a comment

Pilihan Kami