Kapasitor : Pengertian, Fungsi dan Jenis jenisnya

Apa itu Kapasitor ? Kapasitor merupakan komponen elektronika pasif yang paling banyak digunakan dalam rangkaian setelah resistor. Kapasitor adalah Komponen elektronika pasif yang dapat menyimpan arus listrik dalam jangka waktu tertentu. Kapasitor seperti baterai, namun dengan kemampuan menyimpan muatan yang lebih rendah.

Kapasitor memiliki satuan farad(F), diambil dari nama seorang ilmuan listrik asal Inggris bernama Michael Faraday. Satuan Farad pada kapasitor terlalu besar, maka dikonversi ke satuan yang lebih kecil seperti Pikofarad, nanofarad dan microfarad. 

Seperti halnya Resistor, jenis � jenis kapasitor juga beragam, namun umumnya dibedakan berdasarkan bahan penyusunnya.  Cara mengukur kapasitor dapat dilakukan menggunakan avometer analog dengan skala ohm.

Baca juga : Cara Mengetahui Pemakaian Daya Listrik Rumah

Kapasitor pada circuit board

Konstruksi Kapasitor

Sebuah kapasitor pada dasarnya terdiri dari dua buah Plat logam atau foil lang dipisahkan oleh sebuah bahan dielektrik. Kedua plat logam ini terhubung pada sebuah terminal. Bahan dielektrik adalah bahan yang jika diberikan tegangan listrik dapat mempertahankan perbedaan potensial yang timbul diantara permukaan yang diberikan potensial tersebut. Pemilihan Bahan dielektrik inilah yang akan menentukan nama dari sebuah kapasitor seperti mika, Polyester,kertas,tantalum dan elektrolit.

Cara kerja Kapasitor

Jika muatan positif (+) diberikan pada salah satu plat logam kapasitor  dan plat logam  yang lain diberi muatan negatif (-) maka sifat muatan pada kondisi ini akan saling tarik menarik, namun elektron-elektron itu tertahan dan tidak akan pernah mengalir karena karena adanya lapisan isolasi, sehingga muatan listrik akan terjebak pada masing-masing plat dan terserap keseluruh kepingan plat. 

Kepingan plat membutuhkan waktu untuk mengisi muatan (Charge) sehingga mencapai tegangan maksimum yang diberikan, dan selama tidak ada rangkaian konduksi yang dapat menarik atau mengeluarkan muatan listrik dari kapasitor, muatan listrik akan terus tersimpan pada kapasitor.

Jika sebuah kapasitor dihubungkan seri dengan tegangan searah atau DC, maka kapasitor dapat bertindak seperti sebuah resistor dengan hambatan yang sangat besar. Namun jika diberi tegangan bolak balik  atau AC, maka resistansi yang ditimbulkan dapat berubah � ubah tergantung pada Frekuensi yang diberikan. 

Fenomena ini disebut dengan Reaktansi Kapasif. Reaktansi kapasitif berbanding terbalik dengan frekuensi tegangan AC yang diberikan. Artinya, Reaktansi kapasitif akan besar jika frekuensi yang diberikan ke kapasitor kecil, dan sebaliknya reaktansi kapasitif akan kecil bila diberikan frekuensi tinggi pada kapasitor.

Simbol Kapasitor

Ada beberapa symbol yang sering digunakan, namun pada dasarnya yang membedakan symbol tersebut hanayalah dari polaritasnya saja.

Simbol Kapasitor

Jenis � jenis Kapasitor

Pada dasarnya, Kapasitor dibedakan berdasarkan polaritasnya yaitu kapasitor polar dan Non polar

Kapasitor Non Polar


Gambar Kapasitor  Non Polar

Kapasitor Non polar adalah kapasitor yang tidak memiliki polaritas. Pada umumnya, kapasitor polar memiliki kapasitansi yang kecil, namun memiliki tegangan Kerja (Working Voltage) yang besar. Jenis jenis kapasitor polar antara lain :

1. Kapasitor Keramik
Kapasitor Keramik merupakan Kapasitor yang terbuat dari bahan Keramik. Kapasitor jenis ini biasanya  berbentuk bulat tipis maupun pun persegi. Karena sifatnya yang non polar, Kapasitor keramik boleh dipasang bolak balik pada rangkaian Listrik. Rentang nilai Kapasitor Keramik biasanya kecil, antara 1pf sampai 0.01�F saja.

2. Kapasitor polyester /mylar
Penamaan kapasitor polyester sesuai dengan bahan dielektrik di dalamnya yaitu polyester. Biasanya berbentuk kotak  dengan warna hijau atau merah. dengan nilai kapasitansi yang diwakili oleh Angka. Kapasitor polyester memiliki toleransi sekitar 5% sampai 10%.

3. Kapasitor mika
Kapasitor yang terbuat dari bahan mika. Kapasitor jenis mika memiliki rentang nilai antara 50 pf sampai 0.02uf. Kapasitor mika banyak dijumpai di rangkaian elektronika dengan rentang frekuensi yang tinggi. Walaupun memiliki ukuran yang kecil, namun kapasitor mika mempunyai Working Voltage yang tinggi, bisa mencapai 500V.

4. Kapasitor Kertas 
Kapasitor kertas atau paper memiliki bahan dielektrikum berupa kertas. Rentang nilai kapasitor kertas berkisar antara 300pF sampai 400uF.

Kapasitor  Polar 


Gambar Kapasitor Polar

1. Kapasitor Elektrolit (Electrolyte Capacitor)

Kapasitor elektrolit atau lebih familiar disebut dengan ELCO adalah kapsitor dengan bahan elektrolit sebagai dielektikum. Kapasitor elektrolik memiliki bentuk seperti tabung atau silinder. Kapasitor jenis ini memiliki Rentang nilai yang besar, mulai dari 0.1uF sampai Ribuan Farad. 

Penggunaan Kapasitor jenis elektrolit banyak digunakan sebagai filter rangkaian amplifier  maupun pada rangkaian power supply. Pada rangkaian power supply, biasanya kapasitor elektrolit dihubung secara parallel untuk menambah jumlah kapasitansi. Karena memiliki Polaritas, kapasitor jenis ini tidak boler dipasang terbalik.

2. Kapasitor Tantalum

Dinamai kapasitor tantalum karena menggunakan logam bernama tantalum pada kedua terminalnya. Kapasitor jenis ini lebih unggul daripada kapasitor elektrolit karena dapat bekerja pada suhu yang tinggi. 

Selain itu, kapasitor tantalum juga memiliki kapasitansi yang besar, namun dengan ukuran yang lebih kecil. Karena kehandalannya, kapasitor jenis ini memiliki harga yang cukup mahal. Penggunaannya pun biasanya ditemukan pada perangkat elektronik canggih seperti komputer dan smartphone.

3. Super Kapasitor

Super Kapasitor sebenarnya adalah kapasitor elektrolit. Bedanya, Super kapasitor memiliki kapasitansi yang sangat besar, bahkan bisa mencapai satuan Farad !. Namun kelemahannya adalah tegangan kerja atau working voltage nya terbilang kecil, hanya beberapa Volt sampai Puluhan Volt saja.

Kapasitor Variabel


Kapasitor Variabel

Kapasitor Variabel adalah jenis kapasitor yang nilainya bisa berubah ubah. Kapassitor variaber dapat dibedakan dalam 2 jenis yaitu :

1. Kapasitor Trimmer

Kapasitor Trimmer adalah jenis kapasitor variabel dengan ukuran fisik yang kecil, biasanya ditempatkan langsung pada PCB board. Cara mengubah nilainya dengan cara memutar tuas pada tengah kapasitor menggunakan obeng atau diistilahkan dengan �di trim�. 

Kapasitor Trimmer banyak ditemukan di rangkaian radio frekuensi. Rentang nilai kapsitor trimmer tergolong kecil, hanya sampai satuan piko farad saja.

2. Varco

Varco adalah singkatan dari Variabel Capasitor. Kapasitor jenis ini memiliki ukuran fisik yang lebih besar dari trimmer. Cara mengubah nilainya pun dengan cara memutar tuas dengan tangan.  Nilai kapasitor jenis ini juga sama dengan kapasitor trimmer, hanaya sampai satuan farad saja.


Fungsi Kapasitor

Kapasitor cara kerjanya adalah menyimpan muatan sementara waktu. Fungsinya dapat berbeda tergantung rangkaian yang dipengaruhinya. Beberapa fungsi kapasitor diantaranya :
  • Sebagai Penyimpan muatan listrik
  • Sebagai Isolator yang menghambat arus DC (Direct Current)
  • Sebagai Konduktor yang dapat melewatkan arus AC (Alternating Current)
  • Sebagai Kopling
  • Sebagai Penggeser Fasa
  • Sebagai Filter dalam Rangkaian Power Supply (Catu Daya)
  • Sebagai Pembangkit Frekuensi dalam Rangkaian Osilator
  • Sebagai Tuning Gelombang Frekuensi

0 Response to "Kapasitor : Pengertian, Fungsi dan Jenis jenisnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel