Resistor : Jenis � jenis dan Fungsinya

Apa itu resistor ? Dalam kehidupan sehari � hari kita sering mendengar kata Resistance yang diartikan sebagai hambatan. Dalam Ilmu kelistrikan, Resistor adalah Komponen elektronika yang dapat menghambat Arus listrik yang mengalir melewatinya. Jenis � jenis Resistor pada umumnya terbagi menjadi dua yaitu Resistor Variabel.

Cara mengukur resistor adalah menggunakan avometer yang diatur pada Skala Ohm. Fungsi resistor pada umumnya adalah menghambat arus listrik, namun dapat juga berbeda tergantung dari konfigurasi rangkaian. Resistor bisa menjadi pembagi tegangan jika dirangkai seri,namun bisa juga sebagai pembagi arus jika dirangkai Parallel.




Jika kita membaca buku elektronika tentang resistor, seringkali diterjemahkan sebagai tahanan atau hambatan. Bapak elektronika Indonesia, Wasito.S dalam bukunya sendiri menerjemahkan resistor sebagai pelawan. Perubahan resistansi diterjemahkan menjadi perubahan perlawanan. Karena pada dasarnya, arus itu tidak ditahan, tapi arus itu dilawan. Jika bertanya kepada teknisi sesepuh mungkin mereka akan menyebut resistor sebagai wearstand.

Jenis Jenis Resistor

Jika dilihat dari bahan penyusunnya, resistor di bedakan menjadi :

1. Resistor Karbon

Resistor Karbon adalah bahan yang terbuat dari komposisi karbon halus dengan bahan campuran isolasi bubuk sebagai pengikatnya (binder) agar mendapatkan nilai resistansi yang diinginkan. Banyaknya bahan karbon akan mempengaruhi nilai resistansi, dimana semakin banyak karbon maka resistansi akan semakin rendah. Nilai resistor bahan karbon ini berkisar antara 1 sampai 200M? dengan daya 100miliwatt sampai 2 Watt.

2. Resistor Metal Film

Resistor Metal Film adalah jenis Resistor yang dilapisi dengan Film logam yang tipis ke Subtrat Keramik dan dipotong berbentuk spiral. Nilai Resistansi Metal film dipengaruhi oleh panjang, lebar  dan ketebalan spiral logam. Jenis resistor metal film lebih baik kualitasnya dibandingkan dengan jenis bahan resistor lainnya, karena nilai Toleransi hanya berkisar 1 % saja.

3. Resistor Gulungan Kawat

Resistor gulungan kawat adalah resistor yang terbuat dari bahan konduktor kawat yang dililitkan. Nilai reisistansinya ditentukan oleh panjang kawat penghantar tersebut. Nilai resistor gulungan kawat berkisar antara 1 sampai 10M ohm, dengan kemampuan watt sampai 50 watt.


Jika dilihat dari Perubahan Nilainya, Resistor dibagi menjadi :

1. Resistor Tetap (Fixed)


Resistor tetap merupakan resistor yang nilai resistansinya tidap dapat diubah atau tetap. Resistor jenis ini sangat banyak dipasaran dengan harga yang sangat terjangkau.  Resistor tetap biasanya digunakan sebagai pembatas arus dan pembagi tegangan. Jenis jenis resistor tetap adalah sebagai berikut :
  1. Metal Film Resistor
  2. Metal Oxide Resistor
  3. Carbon Film Resistor
  4. Ceramic Encased Wirewound
  5. Economy Wirewound
  6. Zero Ohm Jumper Wire
  7. S I P Resistor Network
Pembacaan Kode Warna Resistor Tetap

Karena sifatnya yang tetap, Nilai resistor tetap dapat dilihat dari kode warna dan kode  angka. Kode warna resistor diwakili oleh gelang nilai, terdiri dari 4, 5 dan 6 gelang. Tabel kode warna resistor dapat dilihat pada gambar di bawah :

Kode warna

Cara membaca kode warna Resistor tetap :

Resistor 3 Gelang

Resistor 4 Gelang

Resistor 5 Gelang

Kode angka resistor

Membaca kode angka resistor lebih mudah dari kode warna. Kode warna Resistor biasanya terdiri dari 3 dan 4 kombinasi angka :

Angka pertama mewakili nilai pertama
Angka kedua mewalili nilai kedua
Angka ke tiga mewakili banyaknya nol

Contoh :
  • Resistor dengan kode angka 222, maka dapat dihitung 2 + 2 + 00 (2 nol) = 2200? atau 2,2K?
  • Resistor dengan kode angka 103, maka dapat dihitung 1 + 0 + 000 (3 nol) = 10.000? atau 10K?
Nilai Toleransinya ditentukan dari banyak angka, dimana 3 angka berarti toleransi 5 %, dan 4 angka berarti toleransi 1 %

Kode angka resistor SMD
2.  Resistor Variabel

Resistor Variabel adalah resistor yang nilainya dapat berubah � ubah. Perubahan nilai resistor variabel pipengaruhi oleh faktor dari luar, seperti cahaya, panas, suhu maupun putaran mekanis. Jenis jenis resistor Variabel dantaranya :


      1.  Potensiometer

Gambar Potensiometer dan simbolnya

Potensiometer adalah jenis resistor variabel yang nilai resistansinya berubah karena gerakan mekanis. Potensiometer memiliki 3 kaki yang terdiri dari terminal 1 dan 2 pada kedua ujung kaki potensiometer dan sebuah penyapu (wiper)  pada kaki tengah. Nilai potensiometer dapat diubah dengan cara memutar tuas yang ada pada bagian tengah sehingga bagian kaki tengah (wiper) berubah resistansinya.

Berdasarkan bentuknya, Potensiometer dibagi menjadi 3 jenis diantaranya :
  1. Potensiometer Slider, yaitu Potensiometer yang nilai resistansinya dapat diatur dengan cara menggeserkan Wiper-nya sesuai dengan pemasangannya.
  2. Potensiometer Rotary, sering disebut juga dengan Thumbwheel Potentiometer yaitu Potensiometer yang nilai resistansinya dapat diatur dengan cara memutarkan  tuas yang ada pada bagian tengah potensiometer. Pada umumnya potensio jenis ini dibagi menjadi 2 jenis yaitu Potensiometer linear dan potensiometer logaritmik. Potensiometer linear berarti perubahan resistansinya linear atau kontinyu dan diberikan kode B pada bodi potensio. Sedangkan potensiometer logaritmik berarti perubahan resistansinya secara logaritmik dan dibodinya diberikan kode A.
  3. Potensiometer Trimmer, yaitu Potensiometer yang bentuknya kecil dan harus menggunakan alat khusus seperti Obeng srew untuk memutarnya.potensio jenis ini biasanya digunakan untuk rangkaian PCB yang jarang diatur nilai hambatannya.

Fungsi Potensiometer pada rangkaian Beragam, diantaranya :

       1.  Sebagai pengatur volume pada rangkaian sound system
       2. Sebagai pembagi tegangan
       3. Sebagai pengatur tegangan penguatan power supply
       4. Sebagai joystick pada video game


       2. Light dependent Resistance (LDR)

LDR

Symbol LDR

LDR adalah jenis resistor yang nilai resistansinya dipengaruhi oleh Intensitas cahaya. Karakteristik LDR apabila diberi cahaya maka Resistansinya akan Menurun secara Ekstrim. Bila kondisi gelap, Resistansi LDR berkisar antara 500?, dan jika kondisi terang maka resistansi LDR dapat meningkat menjadi sekitar 200K?.  

LDR banyak tersedia dipasaran dengan harga relativ murah sekitar 2000 rupiah. Semakin besar ukuran fisisk sebuah LDR, maka semakin tinggi pula kemampuannya dalam menangkap cahaya. Fungsi LDR diantaranya :

       1. Sebagai Sensor Cahaya pada lampu jalan.
       2. Sebagai Pemicu alat hitung (Counter)  
       3. Sebagai Sensor Shutter Kamera
       4. Sebagai sensor anti maling.


      3. Termistor
Thermistor
Symbol thermistor

Termistor adalah Resistor yang nilai resistansinya dipengaruhi oleh perubahan suhu lingkungan sekitar. Bahan dasar termistor pada dasarnya adalah semikonduktor ekstrinsik. Perubahan suhu akan mempengaruhi struktur atom pada bahan tersebut sehingga dapat mempengaruhi nilai resistansi.Termistor dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
  1. NTC (Negative Temperature Coeficcient), adalah jenis Termistor yang Nilai resistansinya berbanding terbalik dengan perubahan suhu. Jika suhu normal, resistansi NTC berkisar 200K?. Ketika terjadi kenaikan suhu, resistansi NTC dapat turun menjadi sekitar  500? saja. Artinya jika suhu naik maka resistansi NTC akan Turun, sedangkan jika suhu turun maka resistansi NTC akan meningkat.
  2. PTC (Positive Temperature Coeficcient) adalah Resistor yang nilai resistansinya berbanding lurus dengan kenaikan suhu. Pada saat suhu normal, resistansi PTC berkisar  500?. Seiring dengan kenaikan suhu, maka resistansi PTC meningkat Sekitar. 200K?. Artinya jika suhu naik maka resistansi PTC juga akan naik, sebaliknya jika suhu turun maka nilai resistansi PTC juga akan turun.

      4. Varistor

Varistor adalah jenis resistor yang nilai resistansinya dipengaruhi oleh tegangan. Varistor adalah nama terbaru dari komponen ini. Sebelumnya orang menyebut Varistor sebagai VDR (Voltage dependent Resistance). Resistor ini agak unik, jika di ukur pakai Ohm meter nilai "hambatan" nya tak terhingga ohm, bahkan di ukur dengan batas ukur x10k sekalipun !! tetapi ini bukan berarti putus, memang demikian. Karakteristik dari Varistor adalah jika diberikan tegangan melebihi tegangan kerja yang diberikan, maka Resistansi VDR akan menurun drastis. Varistor biasanya dipasang parallel pada power supply Switching,sebagai proteksi dari gangguan noise dari luar.
Varistor

Symbol Varistor
Varistor biasa nya dipasang parallel dengan jalur masuk tegangan PLN pada power supply TV atau Power Supply Komputer misalkan. Cara kerja nya : Ketika ada tegangan transient di jalur Tegangan PLN naik tiba tiba, mencapai batas spesifikasi nya, maka dia berubah menjadi sebuah resistor dengan hambatan yang kecil lalu langsung men short tegangan transient itu, sehingga terhindar masuk ke power supply. Ketika tegangan transient nya hilang atau turun di batas ambang tegangan nya dia menjadi R yang tak terhingga kembali.

Tegangan transient, bisa dari motor motor listrik daya besar yang berdekatan dengan colokan yang terpasang yang akan kita amankan dengan Varistor. Atau bisa juga berasal dari rangkaian rangkaian switching yang memutus - sambung kumparan kumparan/trafo tarfo dalam kecepatan tinggi.


    5.  Magnetic Field Dependent Resistance (MDFR)

MDFR
Symbol MDFR
MDFR adalah jenis resistor yang nilai resistansinya bergantung pada perubahan flux medan magnet. Semakin besar nilai fluktansi medan magnet pada lingkungan MDFR maka semakin besar pula resistansinya. Artinya Resistansi MDFR berbanding lurus dengan flux medan magnet. Penggunaan MDFR biasanya diterapkan pada sensor pendeteksi logam dan kompas elektronik.

0 Response to "Resistor : Jenis � jenis dan Fungsinya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel