Top Ads

Gerakan Sekolah Menyenangkan part 1

Gerakan Sekolah Menyenangkan
Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) yang terinspirasi dari penyelenggaran pendidikan di Australia semakin banyak diminta menjelaskan konsep tersebut kepada berbagai kalangan pendidikan di Indonesia. Pendirinya Muhammad Nur Rizal baru-baru ini berbicara di Makassar (Sulawesi Selatan)."Kerjasama di bidang pendidikan melalui program pertukaran guru seperti program Building Relationships through Intercultural Dialogue and Growing Engagement (BRIDGE) perlu diperluas kemanfaatannya.

Tidak hanya guru yang terlibat di program itu yang dapat merasakan kelebihan program ini melainkan seluruh warga sekolah termasuk siswa, guru lainnya hingga lingkungan di sekitarnya."Jadi tidak cukup hanya membangun satu manusianya, namun diperlukan membangun ekosistem sekolahnya, "ungkapan yang saya kemukakan pada acara seminar yang diselenggarakan oleh Konsulat Jendral Australia di Makasar di depan alumni Autralia baik dosen, aktivis, guru program Bridge serta Dinas Pendidikan di Makassar (Sulawesi Selatan) baru-baru ini.

Sebagai Pendiri Pendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), kami diundang oleh Konsulat di Makasar untuk berbagi tips dan pengalaman bagaimana memulai perubahan di sekolah sekolah jejaring di Yogyakarta untuk membuat sekolah lebih menyenangkan dan memanusiakan seperti ajaran Ki Hadjar Dewantoro lalu.Harapannya gerakan yang kami pelopori dapat menular di sekolah sekolah di Makassar."Seminar ini diselenggarakan dalam rangka menginisiasi program pengembangan untuk pendidikan dasar dan menengah di Makassar", papar Konsul Jendral Richard Mathews, yang sebelumnya berprofesi sebagai guru bahasa Indonesia di Melbourne, saat membuka acara tersebut.Dalam sambutannya disampaikan bahwa Konsulat yang baru diresmikan beberapa bulan lalu ini berkepentingan untuk memfasilitasi program pendidikan yang telah dirancang oleh pemerintah Australia dan Indonesia seperti Program Bridge untuk berkembang di Makasar.

Dalam paparan kami, saya mengajak peserta untuk menerapkan ilmu, pengalaman dan wawasan yang diperoleh selama di Australia kepada masyarakat atau lingkungan di mana mereka bekerja.Bagi guru diharapkan mampu untuk membawa iklim atau lingkungan belajar yang positif dari Australia ke dalam pembelajaran di kelas atau sekolah.Bagi dosen atau aktivis dapat mengaplikasikan berbagai filosofi dan teori baru ke dalam kurikulum kampus atau kegiatan pengabdian masyarakat.Sedangkan bagi Dinas, untuk lebih terbuka dan mendukung berbagai ide perubahan yang dibawa oleh para alumni Bridge di Makassar.Cara atau pendekatan itu akan memberikan kemanfaatan kepada masyarakat yang lebih luas.

Dengan semakin banyaknya masyarakat yang paham dan toleran atas kemajemukan kultur atau pola pikir yang berkembang, ini akan berguna untuk menjembatani hubungan antar warga atas berbagai kecurigaan atau ketidakpahaman yang terjadi selama ini.Lebih luas, hal ini bermanfaat untuk memastikan kualitas hubungan Indonesia dan Australia yang kadang naik turun seperti permainan roller coster.Selama sesi diskusi, banyak dari peserta yang menanyakan bagaimana memulai gerakan ini? apa hambatan dan tantangannya? serta bagaimana pendanaannya?Kami bersama guru-guru di Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) memilih untuk berbuat melakukan pertukaran sistem dan praktik pendidikan yang telah dilakukan.Sifatnya mutual dan melalui pendekatan bottom up dimana materi pelatihan didasarkan pada kebutuhan dan persoalan sehari-hari di kelas atau sekolah seperti kekerasan, bully, tidak fokus belajar hingga persoalan penerapan kurikulum 2013.Indonesia bisa belajar dari sistem pendidikan Australia yang sudah 'personalised learning' serta fit dengan tantangan perubahan ke depan, sedangkan Australia dapat belajar tentang ragam bahasa dan budaya Indonesia.Yang kami lakukan tidak berhenti pada bertukar pengalaman dan pengetahuan saja, melainkan menerapkan sistem atau praktek pendidikan dari Australia ke dalam pembelajaran di kelas atau sekolah dengan konteks dan seting Indonesia.Hal ini kami yakini selain dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, juga efektif untuk membangun toleransi dan jembatan antarwarga kedua negara. Dampaknya tidak hanya bersifat personal melainkan lintas negara.Agar gerakan ini terus berdampak nyata, setelah workshop kami mendorong dan memfasilitasi guru jejaring GSM untuk menyelenggarakan kelas berbagai praktek perubahan baik melalui tatap muka (offline) ataupun online menggunakan Whatsapp atau Facebook.Setiap perubahan yang dilakukan, kita apresiasi bersama dan dibagikan kepada publik atau guru guru lain untuk menginspirasi bagi yang belum berubah. Guru dapat saling menyampaikan masukan atau feedback untuk perbaikan kedepan sehingga proses evaluasi menjadi mudah dilakukan.Muhammad Nur Rizal (kiri) dan Richard Mathews (Foto: Istimewa)Memberikan ruang kemerdekaan bagi untuk berinovasiSelama pelatihan dan proses pendampingan, platform di gerakan kami adalah menggali inspirasi baru (mindset dan inovasi pembelajaran baru) dan memberikan ruang kemerdekaan bagi guru untuk berinovasi.Saat pelaksanaan, perubahan didasari oleh semangat kolaborasi dan gotong royong bukan kompetisi antar sekolah seperti sekolah favorit atau non favorit, sekolah di kota atau desa.Tidak ada dana khusus yang diperoleh dari institusi tertentu untuk memulai gerakan ini, melainkan hasil Crowd Funding, dimana setiap sekolah atau guru yang terlibat wajib mendanai dirinya sendiri.Saat workshop berlangsung, tempat pelaksanaannya juga dilaksanakan secara bergiliran di sekolah yang berbeda.Jikapun ada institusi atau pihak lain yang ingin menyumbang, sifatnya adhoc bukan utama.Seketika peserta terhenyak, hening mendengar jawaban kami tentang gotong royong pendanaan ini.Selalu saja jika kita berkata tentang perubahan, maka hambatannya adalah dana dan keterbatasan kondisi sekolah.Padahal bukan itu. Perubahan adalah bagaimana kita melakukan satu hal kecil, namun tujuannya besar kemudian dibagikan untuk memberikan pesan bahwa perubahan itu dapat dilakukan. That is a change!Kami juga mengingatkan, jika ingin berubah, bergaullah dengan kelompok yang juga ingin perubahan agar selalu positif, optimis dan tak pernah merasa sendiri.Di akhir sesi kami sampaikan bahwa jika Tujuan dan Skala Program Bridge diperluas seperti yang dilakukan di GSM, maka perubahannya akan dirasakan nyata oleh masyarakat luas.Dan akan menjadi upaya konkrit dalam meningkatkan kualitas interaksi dan hubungan kedua warga negara.* Muhammad Nur Rizal PhD, Dosen Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan mendapat gelar PhD dari Monash University, pPendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan, sering diundang untuk sharing pengalaman kepada para alumni Australia yang diselenggarakan baik oleh Kedutaan Besar atau Konsulat Australia di Indonesia

Muhammad Nur Rizal Novi Poespita Chandra adalah pasangan suami isteri yang menggagas Gerakan Sekolah Mengajar (GSM). Awal mula gerakan ini berawal dari pandangan mereka terhadap pendidikan Indoenesia yang terkesan membosankan. Indikatornya adalah anak mereka sendiri yang malas dan enggan sekolah sewaktu SD. Sang anak pergi ke Australia bersama bapaknya untuk pindah sekolah. Ketika anaknya pindah sekolah di sana, perubahan gairah sekolahnya begitu drastis. Anak mereka terlihat selalu gembira saat di sekolah. Setelah 6 bulan, sang istri, Novi Poespita menyusul serta membawa kedua anaknya karena mendapat beasiswa kuliah di Melbourne pada 2010. Sejak kuliah di Australia Novi Poespita pun sering mendapatkan tugas riset yang tak jauh dari anak-anak. Dia meneliti tentang pendidikan dan mental anak. Karena tugas inilah yang membuat Novi sering mendatangi sekolah-sekolah di Australia. Hari demi hari, Rizal beserta istri terinspirasi konsep pendidikan yang ada di Australia dan berniat ingin mengadopsi dan mempraktekkannya di Indonesia sebagai langkah revolusi sistem pendidikan. Pasangan suami istri ini ingin menghapuskan anggapan bahwa sekolah di Indonesia terkesan membosankan. Sistem sekolah di Indonesia terlalu fokus pada kuantitas dan angka-angka belaka, sehingga melupakan esensi pendidikan yang seharusnya. Pendidikan yang sebenarnya adalah menganjarkan anak untuk hidup, berkarakter, mengasah talenta, serta memiliki jiwa intelektual yang kuat. Kini, Gerakan Sekolah Menyenangkan telah dikampanyekan di berbagai daerah, tak terkecuali Tangerang. Pada Oktober 2018 sekiranya 2000 sekolah di Kabupaten Tangerang mendeklarasikan untuk mengikuti gerakan ini. Hal ini digagas oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang seusai melakukan studi banding ke Yogyakarta. Apakah Gerakan Sekolah Menyenangkan bisa menjadi solusi perbaikan sistem pendidikan di Indonesia? Bisa jadi iya, ini menjadi langkah awal untuk pendidikan Indonesia ke depannya. Namun, saya pikir langkah ini akan menempuh jalan yang sangat panjang. Perlu adanya kerjasama dari berbagai elemen. Diketahui langkah-langkah awal yang dilakukan oleh gerakan ini menekankan bahwa perlu adanya perubahan mindset guru. GSM beranggapan ini bisa menjadi titik awal perubahan pendidikan Indonesia. Guru yang kreatif dapat memberikan berbagai metode pembelajaran di dalam kelas dengan suasana yang menyenangkan. Masuk akal, proses kegiatan belajar mengajar akan terlihat hidup ketika sang guru mampu menciptakan suasana yang positif di dalam kelas. Selama ini sering kali siswa merasa enggan mengikuti kegiatan belajar mengajar karena sudah malas terlebih dahulu karena merasa tidak cocok dengan guru pengajarnya. Bisa saja guru terlalu menekan siswa untuk menguasai materi yang diberikan, atau cara penyampaian materi pengajaran yang terkesan garing. Mayoritas sekolah yang mendeklarasikan untuk mengikuti gerakan ini mengambil langkah awal dengan memperbaiki serta menambah fasilitas di sekolah seperti toilet, lapangan, dan ruang kelas. Sama halnya di Tangerang, Pemkab tangerang telah mengupayakan di setiap sekolah program GSM terdapat lingkungan yang hijau dipenuhi pepohonan rindang. Saya pikir penambahan fasilitas dan pengupayaan lingkungan sekolah yang sejuk saja belum cukup. Untuk meraih penghargaan sekolah adipura sih, iya, namun untuk menjadi sekolah yang menyenangkan bagi siswa ya belum tentu. Jika sistem di dalamnya masih itu itu saja. Saya lihat, GSM saat ini baru mampu mengupayakan agar siswa betah di sekolah serta membentuk proses belajar mengajar yang menyenangkan dan tidak membebani siswa, untuk memperbaiki sistemnya sih belum sepenuhnya. Lah, wong masih tergantung pada kurikulum dari pusat kok. Saya rasa untuk meningkatkan mutu pendidikan saat ini perlu adanya perubahan pada kurikulum, atau tanpa kurikulum sekalipun. Ya, supaya siswa bebas mengeksplorasi dirinya. Kurikulum saat ini kan terkesan memaksa siswa. Jika ingin siswa senang selama di sekolah, ya langkah awal yang penting dilakukan adalah mencari tahu apa yang ingin siswa cari di sekolah. Termasuk mencari tahu kenapa siswa sangat senang ketika gurunya rapat dan tidak ada mata pelajaran. Lalu apakah ada upaya untuk meneliti itu? Komentar

Pengalaman berharga yang ia peroleh tersebut ingin ia adopsi di sekolah-sekolah di Indonesia, maka tercipta Gerakan Sekolah Menyenangkan. Rizal mendirikan GSM pada 2012 lalu. Gerakan Sekolah Menyenangkan adalah gerakan untuk mengajak sekolah-sekolah di Indonesia, khususnya sekolah negeri maupun swasta yang ada di daerah pinggiran dan tak berdaya agar mampu bertransformasi menciptakan ekosistem sekolah yang menyenangkan, aman, dan sehat bagi perkembangan anak.


Abstrak: Rendahnya motivasi dan prestasi belajar menjadi masalah yang harus diupayakan solusinya. Motivasi belajar yang rendah biasanya menyebabkan prestasi belajar yang rendah pula. Salah satu sebab motivasi yang rendah untuk mengikuti pembelajaran di sekolah karena sekolah tidak memiliki daya tarik bagi peserta didik. Sekolah semestinya seperti yang digagas oleh Ki Hadjar Dewantoro sebagai taman yang menyenangkan. Tujuan penelitian yang menggunakan pendekatan deskrptif kualitatif ini bermaksud untuk mengungkap apa itu Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dan sejauh mana Manajemen GSM dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar di SMA Negeri 9 Purworejo. Dengan penerapan Manajemen Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), sekolah diarahkan menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar ilmu pengetahuan dan bekal ketrampilan hidup agar anak-anak menjadi pembelajar yang sukses. Manajemen GSM dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian telah diterapkan dengan baik. Dalam jangka pendek, pembuatan 5 zona di dalam kelas memiliki dampak positif bagi peserta didik dalam peningkatan motivasi dan prestasi belajar. Dukungan dan apresiasi yang terus diberikan oleh warga sekolah mampu mewujudkan suasana yang kondusif dalam proses pembelajaran di sekolah.


Sari Abstrak: Rendahnya motivasi dan prestasi belajar menjadi masalah yang harus diupayakan solusinya. Motivasi belajar yang rendah biasanya menyebabkan prestasi belajar yang rendah pula. Salah satu sebab motivasi yang rendah untuk mengikuti pembelajaran di sekolah karena sekolah tidak memiliki daya tarik bagi peserta didik. Sekolah semestinya seperti yang digagas oleh Ki Hadjar Dewantoro sebagai taman yang menyenangkan. Tujuan penelitian yang menggunakan pendekatan deskrptif kualitatif ini bermaksud untuk mengungkap apa itu Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dan sejauh mana Manajemen GSM dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar di SMA Negeri 9 Purworejo. Dengan penerapan Manajemen Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), sekolah diarahkan menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar ilmu pengetahuan dan bekal ketrampilan hidup agar anak-anak menjadi pembelajar yang sukses. Manajemen GSM dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian telah diterapkan dengan baik. Dalam jangka pendek, pembuatan 5 zona di dalam kelas memiliki dampak positif bagi peserta didik dalam peningkatan motivasi dan prestasi belajar. Dukungan dan apresiasi yang terus diberikan oleh warga sekolah mampu mewujudkan suasana yang kondusif dalam proses pembelajaran di sekolah.


Upaya membangun sekolah menjadi sekolah yang menyenangkan dapat dilakukan secara bertahap. Karena akan mencakup semua ranah baik fisik maupun psikhis, maka penciptaannya juga tidak bisa berjalan serta merta. Beberapa tahap yang mesti dilalui meliputi: 1). Merubah mindset, dari sekolah yang memberikan penekanan pada peserta didik menjadi sekolah yang merangkul dan membersamai aktifitas peserta didik, 2) Penciptaan lingkungan belajar yang positif, yaitu lingkungan sekolah yang nyaman dan menyenangkan untuk belajar, 3). Lingkungan fisik yang positif, yaitu lingkungan fisik sekolah yang di semua titik memberi ruang kepada peserta didik untuk dapat menjaga eksistensi dan mengembangkan potensi tanpa rasa takut dan rasa tidak enak lainnya. 4) Pembelajaran yang menyenangkan, artinya kegiatan pembelajaran berlangsung secara dua arah dan memberi ruang kepada peserta didik untuk terlibat dan menentukan bagaimana pencapaian tujuan pembelajarannya. Pembelajaran yang demikian hanya terjadi jika guru tidak lagi mendominasi kegiatan pembelajaran, melainkan peserta didiklah yang menjadi berperan penuh pada aktivitas pembelajarannya. Pembelajaran yang menyenangkan adalah pembelajaran yang menantang, memberi ruang pada peserta didik untuk eksplorasi ilmu pengetahuan, berbudaya dan mendasarkan pada kompetensi peserta didik, penilaiannya bersifat otentik dan mendasarkan pada potensi yang dimiliki peserta didik. 5). Pelibatan secara penuh orang tua/ wali peserta didik dan juga komunitas dalam penyusunan program dan pencapaian program sekolah yang menyenangkan. Hal ini bisa ditempuh dengan program kelas inspirasi yang melibatkan orang tua peserta didk yang mempunyai keahlian tertentu. Juga dapat ditempuh dengan program parent teaching, di mana orang tua dengan profesi tertentu diminta membagi ilmunya kepada peserta didik.

Gerakan Sekolah Menyenangkan merupakan gerakan akar rumput yang terinspirasi ajaran Ki Hadjar Dewantara yang menegaskan sekolah merupakan taman yang menyenangkan. Gerakan ini mempromosikan dan membangun kesadaran guru-guru, kepala sekolah dan pemangku kebijakan pendidikan untuk membangun sekolah sebagai rumah kedua bagi anak, yaitu sekolah sebagai tempat yang menyenangkan dan manusiawi untuk belajar. Juga sebagai tempat mengembangkan potensi yang dimiliki anak, baik akademis maupun non akademis, agar anak memiliki bekal ketrampilan hidup di masa yang akan datang.

Tentang Kami Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) merupakan gerakan sosial bersama guru untuk menciptakan budaya belajar yang kritis, kreatif, mandiri dan menyenangkan di sekolah. Gerakan ini mempromosikan dan membangun kesadaran guru-guru, kepala sekolah dan pemangku kebijakan pendidikan untuk membangun Sekolah sebagai tempat yang menyenangkan untuk belajar ilmu pengetahuan dan bekal ketrampilan hidup agar anak-anak menjadi pembelajar yang sukses.

Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) merupakan gerakan sosial bersama guru untuk menciptakan budaya belajar yang kritis, kreatif, mandiri dan menyenangkan di sekolah. Gerakan ini mempromosikan dan membangun kesadaran guru-guru, kepala sekolah dan pemangku kebijakan pendidikan untuk membangun Sekolah sebagai tempat yang menyenangkan untuk belajar ilmu pengetahuan dan bekal ketrampilan hidup agar anak-anak menjadi pembelajar yang sukses.

JawaPos.com – Kabupaten Tangerang siap menerapkan konsep Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) ke seluruh sekolah yang ada di wilayah tersebut secara bertahap. Itu dilakukan karena semakin besarnya tuntutan untuk meningkatkan mutu pendidikan.“Kami punya rencana untuk menerapkan GSM ini ke sekolah-sekolah secara bertahap,” kata Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, Selasa, (13/11).Saat ini, terang Zaki, terdapat sekitar 2.000 sekolah setingkat SD dan SMP di Kabupaten Tangerang. Seluruhnya membutuhkan gerakan pembaruan pendidikan yang membuat para siswanya senang dan nyaman di sekolah.Menurutnya, para guru perlu memahami GSM agar siswa betah menerima pelajaran, mau baca buku pelajaran maupun di luar mata pelajaran. Siswa diharap juga datang ke sekolah bukan karena terpaksa tapi karena senang.Penerapan GSM diharapkan dapat mengeksplorasi imajinasi dan fantasi siswa sehingga bisa meningkatkan kemampuan literasi generasi muda. Zaki juga mengaku prihatin karena level kegemaran membaca anak-anak Indonesia sangat rendah. Berdasarkan sebuah penelitian, dari 100 anak hanya dua anak saja yang gemar membaca.“Anak-anak pintar mengejar, pintar baca, tapi tidak suka membaca. Mereka mendapatkan ilmu, tapi cuma lewat doang, tidak mendalami,” ujarnya.Pendiri GSM, Muhammad Nur Rizal menyerukan pentingnya literasi manusia sebagai prioritas utama dalam kebijakan pendidikan di era disrupsi revolusi digital. Ini perlu dilakukan agar manusia menjadi pelaku utama menuntun penggunaan teknologi bagi kesejahteraan dan kemajuan sosial di masa akan datang. Manusia tak tergantikan oleh teknologi.“Sangat disayangkan jika kodrat nalar yang dimiliki anak-anakhanya dipakai untuk menghafal isi buku teks, menjawab pekerjaan rumah, atau menjawab soal ujian saja, tetapi tidak digunakan untuk belajar menjawab persoalan yang semakin kompleks hari ini,” ujar Rizal.Padahal the World Economic Forum (WEF) menyatakan bahwa tuntutan industri kerja sejak tahun 2020 akan berubah. Rizal menjelaskan, 36 persen menuntut kemampuan complex problem solving serta sekitar 20 persen kemampuan sosial, komunikasi dan kolaborasi, sedangkan ketrampilan pengetahuan hanya dibutuhkan 10 persen saja. Ironisnya, sistem pendidikan masih berkutat pada penguasaan akademik hapalan saja.“Makanya perlu serius membenahi sistem pendidikan kita yang telah usang karena negara lain sudah sangat cepat berubah mereformasi sistem pendidikannya agar adaptif dengan perubahan zaman,” kata Rizal.

Peserta didik adalah insan mulia yang diamanahkan orang tua kepada sekolah. Dengan alur pemikiran seperti itu, maka seyogyanyalah sekolah merupakan rumah kedua bagi peserta didik. Keberadaan peserta didik yang durasinya panjang di sekolah, mengharuskan sekolah untuk menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan bagi siswa. Konsep menyenangkan di sini bukan berarti anak senang tidak belajar dan senang sesuai kebebasannya. Konsep senang di sekolah adalah belajar dan melaksanakan tata tertib sekolah dengan hati senang.

Arah Gerakan Sekolah Menyenangkan ini menyasar penerapan materi pembelajaran layaknya yang diajarkan sekolah-sekolah favorit atau unggulan. Yang mana tak sekedar menekankan pada orientasi mata pelajaran teoretik. Namun mengadopsi pembelajaran sekolah-sekolah di negara maju seperti Australia yang menekankan aspek seperti pembentukan karakater, problem solving, adaptif dan bernalar bagi siswa.

Sleman-Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang cerdas dan berkarakter merupakan salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia terpilih tahun 2020-2024. Salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut yaitu dengan mewujudkan pendidikan yang berkualitas, khususnya di Kabupaten Sleman. Pendidikan berkualitas yang dimaksud adalah pendidikan yang adaptif untuk mempersiapkan individu sebagai seorang perserta didik yang nantinya mampu menghadapi permasalahan kehidupan sesuai dengan jamannya.Oleh karena itu, Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) perlu hadir sebagai salah satu strategi transformasi pendidikan di Kabupaten Sleman. GSM memiliki konsep untuk turut aktif dalam penciptaan kultur pendidikan yang adaptif dengan perubahan zaman. GSM diharapkan mampu mewujudkan penciptaan ekosistem sekolah yang kondusif dan menyenangkan. Suasana belajar yang menyenangkan merupakan wujud dari implementasi kompetensi paedagogik guru, dimana guru harus mengenal siswa secara individu sehingga diharapkan peserta didik benar-benar siap untuk memulai pembelajaran.

Ke depannya, Rizal ingin lebih membumikan Gerakan Sekolah Menyenangkan di kalangan sekolah-sekolah di Indonesia, terutama yang berada di akar rumput. Rizal ingin memastikan bahwa pendidikan bermutu harus dinikmati tak hanya oleh kalangan elite, namun oleh siswa di sekolah marginal sekalipun.

Kegiatan sosialisasi yang dirangkai dengan pameran karya one school one produc dari setiap jurusan yang ada di SMKN 1 Gowa. Dimana pameran karya ini dipersiapkan matang-matang dari setiap perwakilan jurusan dan tentunya dibantu oleh ketua jurusan masing-masing beserta guru yang bersangkutan. Hadirnya Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Makassar-Gowa Ibu Fitri Ari Utami, S.IP.,M.H sangat mengapresiasi kegiatan ini sepenuhnya walaupun beliau baru pertama kali menginjakkan kaki di SMKN 1 Gowa beliau sangat terkesan dengan kenyamanan sekolah kita, seperti pada wawancara yang kami selenggarakan beliau menyebutkan bahwa "first imperesent saya begitu tadi masuk pertama yaitu sekolahnya nyaman, indah, bersih tentu saja dan saya sangat bersyukur karena warga sekolahnya dapat menciptakan suasana sekolah yang nyaman" itulah mengapa sekolah kita ditunjuk sebagai model penyelenggaraan gerakan sekolah menyenangkan. Untuk pameran karya one school one produc itu sendiri ibu ari utami sangat terkesan dan salut kepada anak didik yang mumpuni di bidangnya masing-masing. Terlebih lagi apresiasinya kepada jurusan TKJ yang menciptakan komputer sendiri. Ibu ari mengatakan "itu keren sekali".
Bibliography


Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) Wujudkan Pendidikan .... (8289). Retrieved on December 21, 2020, from https://disdik.slemankab.go.id/gerakan-sekolah-menyenangkan-gsm-wujudkan-pendidikan-yang-berkualitas/.

Gerakan Sekolah Menyenangkan, Program Pendidikan Untuk .... (6688). Retrieved on December 21, 2020, from https://kumparan.com/tugujogja/gerakan-sekolah-menyenangkan-program-pendidikan-untuk-sekolah-pinggiran-di-yogyakarta-1543831840144652811.

Gerakan Sekolah Menyenangkan, Seperti Apa . (1768). Retrieved on December 21, 2020, from https://ekonomi.bisnis.com/read/20171122/107/711592/gerakan-sekolah-menyenangkan-seperti-apa.

Gerakan Sekolah Menyenangkan: Apakah Benar. (5798). Retrieved on December 21, 2020, from https://www.bacatangerang.com/gerakan-sekolah-menyenangkan-apakah-benar-benar-menyenangkan/.

Gerakan Sekolah Menyenangkan: GSM. (2499). Retrieved on December 21, 2020, from https://www.sekolahmenyenangkan.org/.

Manajemen Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) Untuk .... (4902). Retrieved on December 21, 2020, from https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/semnas2020/article/view/7238.

Peduli Pendidikan, Dosen UGM Ini Dirikan Gerakan Sekolah .... (9487). Retrieved on December 21, 2020, from https://www.duniadosen.com/peduli-pendidikan-dosen-ugm-ini-dirikan-gerakan-sekolah-menyenangkan/.

Anton Sofyan, 4ntonsofyan@gmail.com. (3966). Sosialisasi Gerakan Sekolah Menyenangkan, implementasi SPMI .... Retrieved on December 21, 2020, from https://smkn1gowa.sch.id/read/87/sosialisasi-gerakan-sekolah-menyenangkan-implementasi-spmi-dan-pameran-karya-one-school-one-product.

Australia Plus ABC. (3613). Menyebarkan Gerakan Sekolah Menyenangkan ke Seluruh Indonesia. Retrieved on December 21, 2020, from https://news.detik.com/abc-australia/d-3377443/menyebarkan-gerakan-sekolah-menyenangkan-ke-seluruh-indonesia.

JawaPos.com. (5667). Guru Perlu Pahami Gerakan Sekolah Menyenangkan Agar Siswa .... Retrieved on December 21, 2020, from https://www.jawapos.com/jpg-today/13/11/2018/guru-perlu-pahami-gerakan-sekolah-menyenangkan-agar-siswa-betah/.

0 Komentar

Posting Komentar

Bottom Ads