Top Ads

Kawasan FTZ Bintan Terkini

Kawasan FTZ Bintan

Dulu, sambung Bobby, banyak investor yang melirik dua kawasan tersebut, namun setelah mengetahui persoalan listrik belum bisa diatasi, mereka (investor, red) pada meninggalkan Tanjungpinang. Tapi sekarang listrik sudah aman. ”Harus juga rajin-rajin mempromosikan dimana letak dua kawasan FTZ tersebut. Apakah dua kawasan tersebut sudah dibebaskan lahannya atau belum,” tegasnya.


Kabupaten Bintan memiliki potensi wisata yang tersebar di berbagai kawasan. Mulai dari wisata religi, sejarah, budaya, kesehatan hingga agrowisata. Salah satu dari kawasan Bintan yang memiliki potensi

”Total luas kawasan FTZ (free trade zone) di Bintan sekitar 60.000 hektar (ha). Namun, 15.000 ha sampai 20.000 ha lahan masih berstatus hutan lindung atau catchment area,” kata Ansar.


Menurut dia, investasi di kawasan bebas meliputi investasi bidang pariwisata, manufakturing, pendidikan, dan kesehatan. Di kawasan bebas Bintan dan Batam diharapkan akan lahir universitas berskala internasional.


Menurutnya, kawasan perdagangan bebas Batam, Bintan, Karimun seharusnya menjadi pintu masuk investasi, peningkatan devisa dari ekspor, tempat pertukaran teknologi, dan penyerapan tenaga kerja. Apalagi kawasan itu ada di jalur strategis perdagangan dunia sehingga sangat potensial meningkatkan pendapatan negara dari ekspor.

Batam, Kompas - Kawasan hutan lindung atau daerah resapan (catchment area) di dalam area perdagangan bebas mencapai 20.000 hektar. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bintan meminta pemerintah pusat mengkaji ulang perubahan fungsi hutan lindung di Kabupaten Bintan.

Menurutnya dengan adanya kenaikan realisasi investasi di ketiga kawasan tersebut selama semester I 2007 ini berpengaruh langsung terhadap penyerapan tenaga kerja. Tahun 2006, ada 28 ribu. Kemudian untuk tahun 2007, kalau ini (Kawasan Ekonomi Khusus-red) berhasil, pertumbuhannya akan mencapai dua kali lipat. Semester I tahun ini saja sekitar 10 ribu lebih sudah terserap, ujarnya seusai mengikuti rakor di Kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/8).

Masih kata Rudy, dibandingkan Tanjungpinang, Bintan lebih sedikit menonjol dengan adanya investasi yang masuk. Sedangkan Tanjungpinang hasilnya belum terlihat sampai sekarang ini. Padahal tujuan pembentukan kawasan pelabuhan bebas dan perdagangan bebas adalah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kami minta lokasi atau zonasi FTZ di Tanjungpinang secara menyeluruh lantaran sekarang zona itu hanya berlaku di dua lokasi; Senggarang dan Dompak," katanya kepada Gatra.com, Selasa (3/9).

Tak cukup sampai di situ, Airlangga juga berharap BP (Badan Pegusahaan) Kawasan dan Pemerintah Daerah bersama-sama menyukseskan gerakan ini. Caranya dengan memberikan insentif pajak daerah, layanan utilitas yang terjangkau, pelayanan perizinan yang mudah, dan tidak berbelit. "Serta dukungan keamanan yang memberikan rasa nyaman bagi investor," kata dia.

Mensesneg Hatta Radjasa dalam sebuah situs resmi pemerintah (www.bumn.go.id) mengatakan, penetapan PP itu dilakukan untuk lebih memaksimalkan pelaksanaan, pengembangan serta menjamin pelaksanaan kegiatan usaha di bidang perekonomian. Kegiatan ini termasuk perdagangan, maritim, industri, perhubungan, perbankan, pariwisata dan bidang lainnya di kawasan tersebut.

Mengenai pengaturan tenaga kerja di KEK Erman mengatakan, pemerintah tetap mengacu pada UU No. 13 Tahun 2003 tantang Ketenagakerjaan. Hanya saja, untuk kawasan yang diharapkan dapat menarik investor itu, ada sedikit perbedaan. Sayangnya, Erman tidak menjelaskan lebih lanjut perbedaan itu. Perizinan dan sebagainya tetap, hanya kita tingkatkan pelayanannya saja, supaya lebih cepat, lebih mudah dan aman, ujarnya.

Menurut politisi Partai Hanura tersebut, untuk sementara ia belum melihat ada perbedaan signifikan dari PP yang lama, baik administrasi maupun fasilitasnya. Dijelaskannya, perlu penjabaran lebih lanjut dari aturan yang ada. Rudy berharap, perubahan ini bisa menjadi penggerak perekonomian Bintan dan Tanjungpinang. Khususnya Tanjungpinang yang sedang mati suri.

Humas Ditjen Bea dan Cukai Haryo Limanseto mengaku tidak memiliki otoritas menjelaskan mengapa impor di Batam, Bintan, dan Karimun lebih besar dibanding ekspor. Bea cukai hanya penjaga agar barang impor yang masuk tidak merembes keluar.
Bibliography

Area FTZ Bintan . (9382). Retrieved on December 21, 2020, from https://batampos.co.id/2017/10/25/area-ftz-bintan-pinang-diubah/.

Posisi FTZ Tanjungpinang & FTZ Bintan Setara – TANJUNGPINANG .... (1615). Retrieved on December 21, 2020, from http://tanjungpinangpos.id/posisi-ftz-tanjungpinang-ftz-bintan-setara/.

Selamat Datang Di Batam, Bintan, Karimun . (8413). Retrieved on December 21, 2020, from https://www.hukumonline.com/berita/baca/hol17423/selamat-datang-di-batam-bintan-karimun/.

Grahanusa Mediatama. (2561). Salah kelola di FTZ Batam, Bintan, Karimum. Retrieved on December 21, 2020, from https://nasional.kontan.co.id/news/salah-kelola-di-ftz-batam-bintan-karimum.

Kompas Cyber Media. (0745). FTZ Bintan Terhambat Hutan Lindung. Retrieved on December 21, 2020, from https://nasional.kompas.com/read/2008/05/21/00322922/ftz.bintan.terhambat.hutan.lindung.

Kompas Cyber Media. (9564). Menko Perekonomian: FTZ Batam, Bintan, dan Karimun Akan .... Retrieved on December 21, 2020, from https://money.kompas.com/read/2020/02/01/101900726/menko-perekonomian--ftz-batam-bintan-dan-karimun-akan-disatukan.

Rahma Tri. (4298). Investor di Free Trade Zone Batam, Bintan, dan Karimun Bakal .... Retrieved on December 21, 2020, from https://bisnis.tempo.co/read/1390537/investor-di-free-trade-zone-batam-bintan-dan-karimun-bakal-banjir-stimulus.

Solusi Sistem Nusantara. (2344). Tanjungpinang Berharap Semua Wilayahnya Jadi FTZ | Ekonomi. Retrieved on December 21, 2020, from https://www.gatra.com/detail/news/442074/ekonomi/tanjungpinang-berharap-semua-wilayahnya-jadi-ftz-.

abdulionel. (7020). BP Bintan | Badan Pengusahaan Kawasan Bintan. Retrieved on December 21, 2020, from https://bpbintan.go.id/.

0 Komentar

Posting Komentar

Bottom Ads